Inginku Pergi

 





Sudah 3 hari mungkin, sengaja aku tak menegurnya. 

Dan aku berharap ini akan menjadi hal yang biasa. Aku tak ingin rasa yang tumbuh di tempat tak semestinya harus enyah bagaimanapun caranya. Menyibukan diri, fokus dengan mimpi juga hal lain yang sebisa mungkin tak memicu rasa-rasa lainnya. 

Aku menyerah untuk berharap. Karena apapun dalilnya, di masyarakat ini, rasaku adalah rasa yang tak wajar. Ini harus kugaris-bawahi bahwa satu-satunya cara adalah membatasi komunikasi.

Jangan pernah katakan bahwa ini adalah hal yang sulit. Kita hanya perlu berpikir dengan  logika saja. Mendoktrin diri jika hal itu terus berlanjut maka akan sangat menyiksa. Cukup tebang sakarang, dan masalah rasa akan usai. 

Gunakan logika, bukan hanya mendengarkan rasa. 

Perlukah ku delete semua pesan kita, Mas 

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Jika memang lebih baik dihapus, maka hapus saja.
    Semoga Dia akan mengganti dengan yang lebih baik. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berharap yg terbaik.. Makasi kak uda mau mampir buat baca catatan ku 💕💕💕💕

      Hapus
  2. Berharap terkadang memang menyakitkan. Menurunkan ekspektasi dan tidak berharap apapun ke manusia, memang salah satu cara untuk mencegah kegalauan, hehehe. Semangatt

    BalasHapus

Beri kami kritikan atau saran yang membangun. terimakasih..