Aku Terlalu Banyak Bicara

Hingga pagi ini, aku terkadang menyesali, mengapa aku terlalu banyak bicara. Jujur saja, untuk mengendalikan mulutku agar tertutup rapat selama satu hari pun saja sepertinya itu tak mungkin. Karakterku yang memaksa untuk terus bercerita memaksa agar aku selalu mengungkapkan apa yang kurasa. Mungkin juga catatan kecil ini termasuk salah satu perwujudan agar aku sedikit banyak bisa mengerem apa yang hendak kuceritakan lagi. Padamu, maupun pada dunia.

Aku sadar. Bercerita bukanlah hal yang buruk. Namun, kusadari, terlalu banyak bercerita akan menimbulkan perasaan kehilangan. Aku tak tau kehilangan apakah itu wujudnya, namun yang pasti persaan itu akan ada. 

Seperti ada sesuatu yang terlepas 

Dan, yang paling aku sesali adalah bercerita tentang mimpi-mimpiku.

Darisana, aku tau bahwa aku salah.

Juga aku tak perlu bercerita.

Orang lain tak akan pernah membutuhkan rencana apa yang kita lakukan. Orang lain tak pernah mau tau mimpi apa yang ingin kita kejar. Orang lain tak akan pernah peduli dengan apa yang sedang kita hadapi. Dan, terlalu banyak bercerita pada mereka, maka makin besar perasaan kehilangan kita.

Darisana aku mempelajari, bahwa aku masih harus terus berlari. Dengan izin-Nya lah, dari Sang Maha Mengetahui. 



Posting Komentar

0 Komentar